Stories

13.2.14

HAI!
Setelah sekian lama tidak membuka blog ini dan tidak mengurusnya dengan baik, membaca posts lama adalah kesalahan besar. Rasanya ingin hapus semua posts itu. Segitunya kah, Tir? Iya, segitunya. BOOYA! Kayak yang udah dibilang di post sebelumnya, "lets write a good one" and here I am.

P.S. Hai, akhirnya loh gue udah berhasil untuk tidak peduli dengan kalian dan, ya, gue jauh lebih menghargai hidup gue saat ini. Thank you.

Januari. Liburan!!
Di awal Desember, dimulai dengan iseng minta izin ke mama supaya boleh pergi ke Australia saat liburan, akhirnya iseng kedua pun dilakukan: apply visa. Ternyata tidak semudah itu untuk mengurus visa sendiri, muncul lah rasa putus asa, tapi karena Tuhan baik dan sebelumnya sudah pernah kesana, di awal januari gue dapet visanya! It feels like.. YES! Bahagia itu sederhana. Sangat sederhana. Usai sudah keisengan gue, sekarang beralih ke serius. Gue serius nyari tiket termurah, serius ngehubungin temen-temen yang tinggal disana, dan serius bikin janji sama papa mama kalau gue pergi pakai tabungan gue sendiri. Ini-itu selesai, dan voila! berangkat lah gue sendiri ke Australia. Ini adalah perjalanan jauh pertama gue sendirian, tanpa keluarga.

Australian Open 2014 in Melbourne,
Australia Day in Sydney,
And being tanned.







31.12.13

Last day.

2 hours to go, but i still have something that annoys me.

Gimana cara seorang anak mau jujur ke orangtua-nya, kalau salah satu dari orangtua-nya suka gak jujur ke anaknya?
Gimana cara seorang anak mau terbuka ke orangtua-nya, kalau salah satu dari orangtua-nya tertutup ke anaknya dan pasangannya sendiri?
Kenapa orangtua selalu melarang ini-itu kepada anaknya, tapi salah satu orangtua-nya melakukan hal ini-itu yang dilarang tersebut?

Sorry for the babbling-thingy.
Tomorrow is the first blank page of a 365 page book. Let's write a good one.
Happy New Year 2014!

Love, Tir.