Barbie. Cantik, baik, sempurna, kaya raya, banyak disukai anak kecil bahkan banyak pula anak kecil yang terobsesi dengan mainan itu. Ketika semua anak kecil terobsesi dengan mainan itu, mereka akan merawat Barbie itu sebaik mungkin hingga membelikan barang-barang mahal untuk mereka. Bahkan mereka tidak membolehkan ada lecet sedikitpun di mainan itu.
Mungkin aku tidak secantik Barbie. Tidak sebaik Barbie. Tidak sesempurna Barbie. Dan juga tidak sekaya Barbie. Tapi aku akan merasakan hal yang sama seperti Barbie. Ketika anak-anak kecil itu beranjak dewasa, mereka akan bosan dengan Barbie. Mereka tidak merawatnya lagi, tidak menjaganya lagi, tidak menyanginya lagi, tidak peduli lagi, membiarkannya begitu saja, berdebu atau bahkan dibuang.
Beruntunglah Barbie hanya mainan. Mereka tidak punya perasaan sehingga kita bebas mau bertindak apa ke mainan itu. Tapi andaikan mainan itu bisa berbicara, bisa bertingkah, punya perasaan seperti manusia mungkin mereka akan menangis. Kehidupan mereka berubah. Tidak ada yang menyayanginya lagi, tidak ada yang peduli lagi, tidak ada yang sayang kepadanya lagi. Bagaimana rasanya ketika manusia yang mengalami itu? Sama bukan? Itu yang aku rasakan sekarang. Ditelantarkan. Dibuang. Karena sudah ada yang baru. Mainan yang baru.