Stories

21.12.11

Enough please..

GOD.. Enough, please?
I'm dreaming too often and hoping too high. I miss everything. I miss "robot".
Robot, seseorang yang... Sangat berarti. For me. Walaupun gue sendiri gaktau gue siapa.
Who.. Am.. I..?
Adek? Bukan. Saudara? Bukan juga. Kakak? Apalagi. So?
Intinya adalah gue gaktau siapa gue -di kehidupan dia tentunya- tapi dengan sangat egoisnya gue menuntut banyak. I know, I'm crazy. Dan tidak layak untuk dianggap.

Jadi.. Ini rasanya ditinggal? Ini baru permulaan; terlalu kangen.
Kangen seperti dulu. Sharing segala hal. Saling menemani. Knowing each other. Having a quality time. Tapi gue tau itu dulu. Dulu. Sekarang gak bisa, semua udah berubah.
Sekarang? Hanya mengandalkan gadget, koneksi internet, dan kekuatan mata untuk melek. Iya, kita masih punya quality time kok even only from Skype dan itupun kalau gak ketiduran. Lagi-lagi cuma bisa menyalahkan kondisi. Sering banget gue menganggap dia masih tetap di Indonesia yang keadaannya seperti saat dia bilang sedang sibuk untuk sidang. Sibuk sidang dan sibuk dengan yang lain lebih tepatnya, but who am I? I just.. I don't know. It hurts honestly but I know, dia bahagia saat itu. Ntah sekarang gue bisa bikin dia bahagia atau nggak.

For you, kalo baca ini.. Sorry. I can't tell you what I feel. And now, you know.
Cuma ini yang bisa aku lakuin supaya kamu bahagia. Membiarkan kamu pergi kemanapun, untuk tujuan apapun, dengan siapapun.

and
there's
nothing
we can
do.