Berbagai macam angin badai, ombak, karang yang mencoba menghancurkan kita sudah banyak kita lalui. Hebat? Tentu.
Bahkan aku tidak percaya, ini seperti hidup di alam mimpi.
Aku dengan kamu?
Ah iya, pasti aku sedang bermimpi.
Bahkan aku tidak percaya, ini seperti hidup di alam mimpi.
Aku dengan kamu?
Ah iya, pasti aku sedang bermimpi.
Oh, ternyata tidak.
Ternyata ini sebuah realita yang berhasil kita lalui bersama.
Kamu bahagia? Sujujurnya aku tidak yakin.
Aku? Aku sangat bahagia.
Jangan tanya hal itu kepada ku karena berjuta kali sudah aku berkata aku bahagia selama ada kamu.
Dan, wow, memang itu benar. Weird?
Ternyata ini sebuah realita yang berhasil kita lalui bersama.
Kamu bahagia? Sujujurnya aku tidak yakin.
Aku? Aku sangat bahagia.
Jangan tanya hal itu kepada ku karena berjuta kali sudah aku berkata aku bahagia selama ada kamu.
Dan, wow, memang itu benar. Weird?
Kamu akan selalu menjadi nomor satu. Ingat itu.
Walaupun akan ada yang kedua, entahlah, ku harap tidak ada, kamu tetap nomor satu.
Walaupun akan ada yang kedua, entahlah, ku harap tidak ada, kamu tetap nomor satu.
Setelah kenal denganmu aku punya sahabat-sahabat baru.
Kalau sinetron Indonesia bilang sih sahabat kepompong. (lol)
Kenalkan namanya adalah... Jarak.
Sahabat pertama ku si Jakarta-Bandung. Tapi dia sudah pergi.
Sahabat kedua ku Jakarta-Amerika. Dia pun sudah pergi.
Sahabat ketiga ku Jakarta-Australia. Dia masih setia menemani.
Mereka semua setia menghampiri untuk mengajarkan kita banyak hal.
Namun terkadang mereka juga bisa menjadi musuh kita.
Musuh yang menyadarkan ku bahwa aku harus meredam segala hasrat untuk bisa menjumpaimu setiap hari seperti halnya pasangan burung merpati lain yang terbang dengan bebasnya.
Sungguh, tidak adil.
Tidak adil.
Tapi aku yakin kita memiliki kekuatan tersendiri untuk menjaga hubungan kita ini.
Aku tidak mau mengeluh di sini, aku mau bersyukur.
Aku bersyukur memiliki orang istimewa yang pantas untuk dirindukan ataupun dipikirkan sepertimu.
Kamu adalah sebuah kesalahan yang dengan senang hati terus aku ulangi.
"Aku pergi sebentar. Aku tidak meninggalkanmu. Aku hanya menjalani tugasku sebagai anak bagi orangtuaku dan sebagai kakak bagi adikku. Dan sebagai pacar untukmu"
Ya, kali ini itu hanya kalimat yang kamu ucapkan di dalam mimpiku kemarin malam.
Aku hanya berharap yang terbaik.
Aku hanya berharap yang terbaik.
1,5 tahun.
Sampai jumpa.
Aku sayang kamu.